_____________________________________________________
Diupdate tanggal 19 Maret 2009
NOTO NOGORO dan Para Satria di bumi Nusantara (dari Ronggowarsito) dan Serat Jayabaya kami padukan langsung dengan fakta sejarah kita :
1. Satria Kinunjara Murwo Kuncoro = Bung Karno (NO), satria yang keluar masuk penjara, bahkan meninggal dunia pun berada dalam “penjara”…. Selain itu nama satria ini terkenal di seluruh dunia (Murwo Kuncoro).
Kutipan dari Serat Jayabaya: akan kami tambahkan nanti
2. Satria Mukti Wibowo Kesandung Kesampar = Pak Harto (TO), satria yang berwibawa dan disegani namun akhirnya jatuh mendadak/tersandung (krisis moneter), bahkan kemudian “diasingkan”/kesampar sampai akhir hayatnya.
Kutipan dari Serat Jayabaya: akan kami tambahkan nanti
3. Satria Jinumput Sumela Atur = Gus Dur/Abdurrahman Wahid ( Spasi ), kemunculannya adalah hasil “jumputan” atau urunan dari partai2 kecil (poros tengah), dan disela-sela kungfu jurus mabuknya dalam pemerintahan itu ia mengatur pemerintahan (sela atur).
Kutipan dari Serat Jayabaya: akan kami tambahkan nanti
4. Satria Piningit Hamong Tuwuh = SBY (NO), semua orang sudah mengetahui bahwa ialah bakal calon pengantin atau orang no 1 atau orang yang bisa diandalkan, namun mengikuti adat maka harus “dipingit” sejak menjadi mentamben, orang bertanya-tanya…sampai akhirnya sejarah memutar balik itu semua.
Kutipan dari Serat Jayabaya:
selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun
(sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu) (1928 tahun Jawa Saka =2006)
akan ada dewa tampil berbadan manusia
berparas seperti Batara Kresna
berwatak seperti Baladewa
bersenjata trisula wedha
tanda datangnya perubahan zaman
orang pinjam mengembalikan,
orang berhutang membayar
hutang nyawa bayar nyawa
hutang malu dibayar malu
sebelumnya ada pertanda bintang pari
panjang sekali tepat di arah Selatan menuju Timur
lamanya tujuh malam
hilangnya menjelang pagi sekali bersama munculnya Batara Surya
bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-larut
itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak
datang di bumi untuk membantu rakyat
asalnya dari kaki Gunung Lawu
sebelah timurnya (ada) bengawan (Pacitan)
berumah seperti Raden Gatotkaca
berupa rumah merpati susun tiga
seperti manusia yang menggoda
banyak orang digigit nyamuk, (wabah demam berdarah)
mati banyak orang digigit semut, mati (virus flu burung?)
banyak suara aneh tanpa rupa
pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar
tak kelihatan, tak berbentuk
yang memimpin adalah putra Batara Indra,
bersenjatakan trisula wedha
para asuhannya menjadi perwira perang (hamong tuwuh)
jika berperang tanpa pasukan
sakti mandraguna tanpa azimat
bergelar pangeran perang (Letnan Jendral)
kelihatan berpakaian kurang pantas
namun dapat mengatasi keruwetan orang banyak
yang menyembah arca terlentang
cina ingat suhu-suhunya dan memperoleh perintah, lalu melompat ketakutan
putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu
yaitu Kyai Batara Mukti, ya Krisna, ya Herumukti
menguasai seluruh ajaran (ngelmu) (Lulus S3 IPB)
memotong tanah Jawa kedua kali
mengerahkan jin dan setan
seluruh makhluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu
membantu manusia berpedoman pada trisula weda
tajamnya tritunggal nan suci
benar, lurus, jujur
didampingi Sabdopalon (Jusuf Kalla) dan Noyogenggong (?)
5. Satria Lelana Tapa Ngrame = …….(GO), ialah satria yang dikenal berkelana sebelum ia naik jadi pemimpin Indonesia. Hidup seperti pertapa/sufi yang tidak mengasingkan diri, melainkan terjun di tengah-tengah masyarakat.
Kutipan dari Serat Jayabaya:
tiap bulan Sura sambutlah kumara
yang sudah tampak menebus dosa dihadapan sang Maha Kuasa
masih muda sudah dipanggil orang tua (mungkin Presiden termuda kita, atau biasanya dipanggil dengan panggilan kehormatan layaknya orang yang dituakan, misalnya Kyai, dll)
warisannya Gatotkaca sejuta (sejuta orang “super”, mungkin karena pendidikan yang semakin baik, anggaran pendidikan sudah 20%)
ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti)
yang membantah pasti mati
orang tua, muda maupun bayi
orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi
garis sabdanya tidak akan lama
beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya
tidak mau dihormati orang se tanah Jawa
tetapi hanya memilih beberapa saja
pandai meramal seperti dewa
dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda
seolah-olah lahir di waktu yang sama
tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati
bijak, cermat dan sakti
mengerti sebelum sesuatu terjadi
mengetahui leluhur anda
memahami putaran roda zaman Jawa
mengerti garis hidup setiap umat
tidak khawatir tertelan zaman
6. Satria Boyong Pambukaning Gapura = …..(RO), ialah satria yang dikenal karena akan memindahkan ibukota negara, menuju gerbang puncak keemasan Nusantara….Kami menduga Satria ini bukan orang asli Jawa, karena dalam Serat Jayabaya disebutkan bahwa Satria ini “telah tuntas belajar ilmu jawa” atau “menguasai adat istiadat Jawa”.
Kutipan dari Serat Jayabaya:
awalnya carilah satria itu
yatim piatu, tak bersanak saudara
sudah lulus filsafat Jawa
hanya berpedoman trisula
ujung trisulanya sangat tajam
membawa maut atau utang nyawa
yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain
yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan
pantang bila diberi hati, mati dapat terkena kutukan
senang menggoda dan minta secara nista
ketahuilah bahwa itu hanya ujian
jangan dihina
ada keuntungan bagi yang dimintai
artinya dilindungi anda sekeluarga
7. Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu = …..(Spasi juga), ialah Satria yang berstyle ulama/agamis dan memiliki kelebihan dalam memprediksi sesuatu, seolah-olah memperoleh wangsit/wahyu (sisihan wahyu, jadi bukan wahyu). Saat inilah Nusantara berjaya di puncak keemasannya.
Kutipan dari Serat Jayabaya:
di hadapan Begawan
bukan pendeta disebut pendeta
bukan dewa disebut dewa
namun manusia biasa
bukan kekuatan lain diterangkan jelas
bayang-bayang menjadi terang benderang
jangan heran, jangan bingung
itulah putranya Batara Indra yang sulung
dan masih kuasa mengusir setan
turunnya air brajamusti pecah memercik
hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk
tentang arti dan makna ramalan saya
tidak bisa ditipu
karena dapat masuk ke dalam hati
ada manusia yang bisa bertemu
tapi ada manusia yang belum saatnya
jangan iri dan kecewa
itu bukan waktu anda
memakai lambang ratu tanpa mahkota
sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati,
jangan sampai terputus, menghadaplah dengan patuh
keberuntungan ada di anak cucu
inilah jalan bagi yang ingat dan waspada
pada zaman kalabendu Jawa
jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa
yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga
jangan keliru mencari dewa
carilah dewa bersenjata trisula wedha
itulah pemberian dewa
menyerang tanpa pasukan
bila menang tak menghina yang lain
rakyat bersuka ria
karena keadilan Yang Kuasa telah tiba
raja menyembah rakyat
bersenjatakan trisula wedha
para pendeta juga pada memuja
itulah asuhannya Sabdopalon yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur (muridnya Jusuf Kalla atau kader Golkar?)
segalanya tampak terang benderang
tak ada yang mengeluh kekurangan
itulah tanda zaman kalabendu telah usai
berganti zaman penuh kemuliaan
memperkokoh tatanan jagad raya
semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi
__________________________________________
Apakah yang terjadi setelah Satria ketujuh tampil ? Kami perkirakan akan terjadi transisi konfederasi dengan negara lain (mungkin ASEAN) sehingga Republik Indonesia menjadi bagian dari konfederasi besar seperti Uni Eropa sekarang. Jadi bukan hancur terpecah belah, melainkan justru menyatu ke lingkup lebih luas.

Nusantara era majapahit
Tentu akan timbul pertanyaan pula, kemanakah BJ Habibie dan Megawati ? Jawaban kami adalah berupa pertanyaan pula : kemana juga Syariffudin Prawiranegara, Syahrir, dan sekian banyak Perdana Menteri di jaman RIS dahulu ? Maka jawabannya akan sama : mereka adalah BUKAN satria atau pemeran utama, mereka adalah wakil Satria yang kebetulan menjabat.
Tulisan lebih lanjut :
1. Bung Karno Bapak Bangsa yang Penuh Cinta
2. Satria Mukti Wibowo (Pak Harto)
4. Satria Piningit Hamong Tuwuh (SBY)
Versi Lain yang berbeda sebagai perbandingan : http://nurahmad.wordpress.com/wasiat-nusantara/ramalan-7-satria-ronggowarsito/
-
1
Ping balik on Jul 9th, 2008 at 3:38 am
[...] masa kepemimpinan Satria Jinumput Sumela Atur ini (baca juga Satria-satria …) [...]
-
2
Ping balik on Okt 11th, 2008 at 1:05 pm
[...] kami mengenai tokoh yang diceritakan. Untuk mengetahui latar belakang seri tulisan ini bisa dibaca disini dan disini. Selamat [...]
Juli 8, 2008 at 11:39 am
Berikutnya Prayogo, atau Wiyogo atau yang go go iya pak.
Mungkin tahun 2009 masih SBY, berikutnya baru go
bisa2 dari PKS kalau melihat trendnya
Juli 26, 2008 at 1:58 am
Kalau saya jadi presiden satria lelana tapa ngrame
sanagt mungkin krn saya suka berkelana
dari episode ke episode empat mata,
saya suka bertapa kl sedang rame
dan nama saya berakhiran go
Anda pasti bukan tukul beneran kan?:)