
gusdur former westlife member
Gitu aja kok repot …
Anda pasti ingat Gus Dur bukan ?
Dalam blog ini, kami sedikit akan menyoroti sisi lain dari sosok Gus Dur.
Sebagai catatan awal, kami menggarisbawahi bahwa kami bukanlah supporter Gus Dur
(lagipula, menjelang pilpres 2009, nampaknya Gus Dur tidak akan bisa maju, banyak kemungkinan
yang bisa menyebabkan hal tsb :
1. kesehatan versi KPU 2004, bisa menjadi jurisprudensi
2. perpecahan PKB versi Gus Dur sendiri
3. KPU baru dan SBY mungkin melihat Gus Dur lebh mirip Guru/Penasihat Bangsa ketimbang Ketua Bangsa
so it can’t be serious –so they thought- …
)
Anyway, blog ini akan menyoroti dari sisi empatik terhadap sepak terjang Gus Dur terutama
seputar masa kepemimpinan Satria Jinumput Sumela Atur ini (baca juga Satria-satria …) ……..
Alasannya ialah banyak orang telah melihat Gus Dur dari sisi kontroversialnya/panasnya saja, tanpa
mencoba melihat ‘what’s behind that’.
1. Gus Dur telah menyelamatkan Indonesia dari disintegrasi bangsa.
Semua pasti ingat langkah cepat Gus Dur berkeliling dunia di tengah-tengah masa kepemimpinan
nya 1999-2001. Langkah ini bagi kami adalah sebuah rekor dunia dalam silaturahmi (konsolidasi),
karena dalam sehari rombongan Gus Dur (yg kelelahan) bisa visit 3-4 negara ! Belum pernah ada
pemimpin modern melakukan hal ini. Namun satu hal tercapai -terlepas dr kontroversinya-
Indonesia masih eksis dan inilah kami datang bertamu ke negara anda…
2. Gus Dur telah mewariskan sistem Presidensial terkuat didunia…
Pemilihan langsung oleh rakyat, Indonesia-lah yang pertama melakukannya dan terbukti bisa berjalan
damai. Bagi kami Megawati melakukan hal ini karena ‘didorong’ oleh ketakutan akan dilengserkan oleh
Gus Dur… Kalau Gus Dur tidak menakuti-nakuti Megawati dan DPR bahwa ia akan ‘kembali’ memimpin
kami yakin pemilu akan seperti dulu2 saja. (mereka trauma jika Gus Dur memimpin, yang terjadi ialah
kepresidenan yang berantakan -mirip meja kerja Gus Dur yang berantakan- dan mereka takut digojlog
lagi -bayangkan baru menjabat 3 bulan- sudah dipindah ke pos baru.
kan nggak sempat kolusi)
Kata-kata mewariskan mungkin tepat disini, karena secara politik Gus Dur memang telah diluar medan
ketika hal ini terjadi, namun pengaruh Gus Dur -meskipun terlihat negatif (mengancam) – masih kuat disini.
3. Gus Dur telah menyembuhkan luka hati rakyat.
Banyak rakyat mendendam kepada institusi kepolisian, karena perilaku mereka yang ‘menyakiti’ hari rakyat
kecil. Seperti tilang yang berujung pada pemerasan kecil-2 lan, dll. Dengan mengangkat Rusdihardjo sebagai
kapolri di akhir masa jabatan kepresidenannya, rakyat melihat bahwa institusi kepolisian didera penderitaan
luar biasa, karena untuk pertama kalinya institusi kepolisian terpecah dan tidak ‘powerfull’ lagi…
Ke depan institusi kepolisian telah menjadi institusi yang semakin profesional dan simpatik…mereka pun
telah melupakan pahitnya masa lalu…
Sebagai penutup tulisan ini kami ingin mengangkat bahwa dalam sebuah wawancara, Gus Dur pernah
bercerita bahwa ia memang sengaja berbuat yang kontroversial…jika tidak..versi beliau : “Saya yang
pusing”
Selain itu kami juga melihat bahwa kalau cita2 Gus Dur adalah menjadi Guru Bangsa T I D A K tercapai.
Mengapa ? Karena setelah sekian tahun berlalu, Gus Dur ternyata lebih mirip “sepupunya” dari Belanda…
Siapa ? Ya Gus Hiddink…seorang PELATIH sepakbola !
Bedanya Gus Dur melatih sebuah tim bangsa, menuju turnamen antar bangsa….
Kita lihat saja ke depannya, apakah tim ini juga bisa menaklukan tim bangsa lain…
(anda menjagokan tim mana ?)
-
1
Ping balik on Jul 18th, 2008 at 2:44 am
[...] Satria Jinumput Sumela Atur = Gus Dur/Abdurrahman Wahid ( Spasi ), kemunculannya adalah hasil [...]
Juli 9, 2008 at 4:22 am
Kalo gitu Gusdur lebih mirip The Princenya Machiavelli dong