Bung Karno bagi banyak rakyat Indonesia adalah lebih dari sekedar Presiden. Beliau sekaligus bapak bangsa yang dicintai terutama oleh banyak orang orang kecil seperti kita. Ketokohan Bung Karno tidak berhenti di Nusantara saja, sosok kepemimpinannya juga menerangi penjuru Asia Afrika bahkan sampai seluruh dunia.

Kami teringat di sekolah kami dahulu saat Soeharto masih berkuasa, idola kami Bung Karno masih dibicarakan di gang-gang kecil di kampung kami sebagai tokoh yang tak tergantikan.

Bung Karno terlahir dalam keterpinggiran, bahkan ketika semasa kecilnya yang seharusnya bahagia, kedua orang tuanya bercerai dan episode merantau terpaksa dijalaninya semasa masih teramat muda.

Beruntung Bung Karno berlabuh di rumah HOS Cokroaminoto, seorang pemberani dan tokoh perjuangan kemerdekaan yang kemudian mem- bentuknya menjadi calon pemimpin masa depan yang tidak manja dan cerdas. Kemudian selepas PETA, bung Karno melanjutkan gagasan kemerdekaan di level diplomasi dan politik dengan mendirikan Partai Politik.

Inilah masa ketika kemunculan Bung Karno di level nasional mulai menggema. Di mana beliau di penjara karena praktek menyuarakan kemerdekaan, selepas dari penjara semakin banyaklah yang mendukung dan menyetujuinya, di tempat tersebut dan di seluruh nusantara.

Keluar masuk penjara dan pengasingan dari rakyat yang dicintainya makin membentuk jiwa kepemimpinannya.

Toh dalam perjuangannya bung Karno masih juga seorang pria biasa yg menyukai lawan jenisnya. Di depan beliau mungkin satu-satunya Presiden didunia yang mencontohkan poligami, bahkan bangga jika memiliki istri yang lebih dari satu. Baca juga : Kisah Cinta Bung Karno

Situasi ini banyak menempatkan Bung Karno terbiasa dalam setiap situasi gawat dan terpolarisasi. Seperti saat perebutan kemerdekaan dan berkembangnya komunisme. Bung Karno sangat pandai memilih posisi politik yang strategis. Namun sudah suratan nasib bahwa Bung Karno akan selalu di penjara.

Terakhir beliau wafat dalam “penjara” politis oleh sebuah era baru kepemimpinan politik yang lain.

Namun nama Soekarno telah menyapa seluruh dunia. Bahkan ada satu kisah dimana seorang rakyat negara India yang tidak mengetahui bahwa Soeharto telah berkuasa, dengan percaya diri ia menanyakan apakah Presiden Soekarno sehat-sehat saja.

Kita bisa mensejajarkan Soekarno dengan pemimpin India Nehru atau pemimpin Kuba Fidel Castro yang memiliki “merk” politik yang kuat dan bertahan lama.

Pemikiran kebangsaan beliau sampai saat ini menjiwai jiwa raga setiap anak bangsa.

Bapak bangsa yang penuh kasih sayang ini, bukanlah seorang yg sempurna, meski begitu kecintaan beliau terhadap bangsa ini dicatat sejarah melebihi kecintaan beliau terhadap keluarga dan istri-istri beliau.

Koleksi Foto Bung Karno


  1. Idolaku hanya bung karno seorang…
    dulu kalo sibung pidato, semua orang menghentikan kegiatannya hanya karena mau dengar sang proklamator ini pidato… sangat kharismatis…
    Kalo sekarang presiden lagi ceramah, yang dengerin (Bupati/Walikota) malah tidur wikssssss :) :) :)

    UO: bisa saja sampeyan…:)

  2. betul, pak Arsyad Salam, kita mengerumuni radio, mulai anak ingusan sampai orangtua yang sdh rabun, harap maklum, karena yang punya radio di kampungku masih dalam hitungan jari. Kita bangga pada setiap kalimat yang dipidatokan beliau, kita bersemangat setelah mendengar pidatonya.

  1. 1 Satria-satria di bumi Nusantara « Politik [tidak] harus umum

    [...] Satria Kinunjara Murwo Kuncoro = Bung Karno (NO), satria yang keluar masuk penjara, bahkan meninggal [...]




Leave a Comment