_____________________________________________________
Meski baru terjadi (diramalkan terjadi) pada masa kepemimpinan Satria Boyong Pambukaning Gapura 10-20 tahun lagi, namun diskusi lokasi mana yang bisa dijadikan ibukota negara akan menarik dibicarakan mulai sekarang.
Kami terpikir 2 lokasi ini:
1. Palangkaraya (letaknya ditengah-tengah pulau Kalimantan), kota ini adalah kota yang dimulai dari nol. Awalnya hutan yang dibangun menjadi kota atas perintah Bung Karno. Kota ini direncanakan oleh Bung Karno sebagai ibukota negara yang “bebas” dari image kolonialisme Belanda. Ide yang mulia. Palangkaraya direncanakan dengan baik dan terletak di pinggir sungai Kahayan. Tepatnya, dialiri sungai Kahayan di tengh kotanya. Cuma perlu dipikirkan mengenai hutannya, setiap satu pohon yang ditebang harusnya diganti 10 lagi yang baru di tempat lain
2. Kutai Kartanegara (tempat dimana kerajaan tertua di Indonesia)

Indonesia Permai
Namun mungkin yang lebih menarik adalah akibat dari pemindahan tersebut:
1. Beban Jakarta sebagai ibu yang “banyak anak” akan terkurangi.
2. Jakarta bisa menjadi pusat keuangan, ibukota baru sebagai pusat pemerintahan. Mungkin Bandung dan Malang bisa menjadi pusat industri kreatif, Gresik, Ambon, dan Biak menjadi pusat perdagangan , Makassar dan Riau sebagai pusat industri maritim, Irian, Riau dan NTT menjadi pusat industri pertambangan, Sumatra menjadi sentra-sentra perkebunan, dan Bali-Lombok tetap sebagai pusat industri wisata. Akan menarik bukan ?
3. Indonesia tidak identik dengan Jawa
4. Jakarta tidak lagi identik dengan pusat kekuasaan yang menjadi tujuan “demo” dan bisa mengganggu ekonomi.
5. Indonesia menjadi negara maju bahagia yang bisa memilah-milah masalah dan tidak dirundung masalah bertumpuk yang tidak perlu. Bayangkan sebuah keluarga yang didalamnya ada 3 anak, 3 menantu dan 12 cucu berkumpul di rumah eyang yang sering kebanjiran? Pasti banyak masalah yang nggak perlu. Kalau anak-menantu belum mau mandiri, eyangnya saja yang pindah
Maret 21, 2009 at 9:56 am
Sepakat. Indonesia bukan Jawa, bukan Sumatera, bukan Kalimantan, atau yang lain. Ibu kota Indonesia di INDONESIA, Jakarta (maaf) hanya sumber masalah. Sekali lagi maaf.
UO: Salah satu sumber masalah adalah cara atau sikap terhadap masalah. Kekeliruan adalah hal wajar bukan? Berpikir solutif (meski terkadang tidak umum/tidak populer) tanpa offensif menyalahkan adalah yang terbaik.
Maret 28, 2009 at 7:10 am
yup…gw juga setuju bangetttttt