_________________________________________________

Dalam wawancara beliau dengan wartawan (8 Maret 2009), meskipun Golkar belum memastikan kemenangan pemilu legislatif, Jusuf Kalla (JK) akhirnya memastikan untuk maju sebagai calon Presiden dari partai Golkar.

Alasan JK adalah dengan melihat karier politik beliau yang mulai dari bawah, maka adalah wajar atau merupakan konsekuensi logis jika setelah Wapres maka JK melihat posisi Presiden sebagai tahapan berikutnya dari karier politik beliau. Bukan karena ambisi politik atau ketidakpuasan dlsbgnya, melainkan murni sebagai langkah berikut dari sebuah tahapan. (Nice move)

Yang hendak kami (politik19) soroti adalah sudut pandang ramalan Jayabaya (Joyoboyo):

1. Dalam serat Jayabaya disebutkan bahwa sewaktu Satria Piningit memimpin Nusantara, Sang Satria akan didampingi 2 orang tokoh unik yang menempati posisi sejarah tersendiri dalam perjalanan Nusantara.

Kutipan Serat Jayabaya bagian akhir:

didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong

Dua tokoh tersebut adalah Sabdo Palon dan Noyogenggong. Kami meyakini, Sabdo Palon ini adalah Jusuf Kalla. Mengapa? Karena Sabdo Palon bermakna “Sabhad” = penasehat raja dan “payon” = berasal dari bawah. Sewaktu JK diangkat jadi Wapres, beliau belumlah menjadi Ketua Umum Golkar.

Strategi JK dalam pemilu capres nampaknya adalah dengan mengangkat tema “Bersama kita bisa adalah baik, namun lebih cepat adalah lebih baik”. Strategi lainnya adalah dengan menampilkan image Islami dengan banyak mengatakan istilah-istilah agama dalam setiap kesempatan bertemu publik. Mungkin ini ditujukan untuk merangkul suara mengambang partai Hijau atau Hijau-Nasionalis yang tidak punya figur cukup kuat untuk maju sebagai presiden (PKS/PKB/PPP).

2. Informasi berikutnya dari serat Jayabaya mengenai Sabdo Palon adalah, bahwa beliau akan memperoleh “malu”. Tidak dijelaskan dalam serat Jayabaya mengenai mengapa Sabdo Palon memperoleh malu. Namun kuat dugaan kami, bahwa JK akan gagal dalam pemilu presiden dan karena itu ia “malu”. Mungkin malu terhadap sang Satria Piningit, mungkin malu terhadap basis pendukungnya. Kami tidak mengetahui dengan pasti. (namun nantinya, “kader” Sabdo Palon ini (ramal Jayabaya) akan menjadi Satria ketujuh (Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu)).

Hasil survei terakhir (maret 2009( dari SRI (bukan LSI) menunjukkan popularitas JK masih berada di kisaran 5% atau sama dengan popularitas Prabowo. Sedangkan SBY ada di atas 20%.

_____________________________________________

3. Hal menarik lainnya adalah siapakah Noyogenggong ? SBY pernah mengatakan dalam wawancara dengan wartawan setelah JK mendeklarasikan maju sebagai Capres Golkar bahwa jika JK jadi maju, maka bagaimanakah kriteria cawapres pengganti JK ? Beliau menyebutkan 3 kriteria umum yang tidak mengarah secara khusus kepada siapapun: Integritas, Capabilitas, dan Chemistry.

Dalam bahasa Jawi Kuno (sankrit) “noyo” berarti “adil/fair/jujur” dan “genggong” berarti “menggenjot”. Jadi siapapun cawapres SBY nantinya, kami perkirakan adalah tokoh yang mampu menggenjot perolehan suara SBY. (Berbeda 180 derajat dengan figur JK yang tidak terlalu menentukan perolehan suara SBY)

Hal ini nampaknya akan tepat sekali menggambarkan posisi SBY saat ini. Kalau dahulu sebelum JK maju, konsentrasi pemilih hanya terfokus kepada 2 Figur, yakni SBY dan Mega. Maka sekarang ada kandidat ketiga tak terduga yakni JK, yang cukup “menohok” kekuatan SBY dalam kompetisinya dengan Mega.

Dua kemungkinan bisa terjadi:

1. jika Partai Demokrat menang pemilu (1) (2), maka posisi wapres bisa diisi orang partai demokrat sendiri, karena partai pendukung koalisi akan mungkin ditempatkan diposisi menko dan menteri (agar fair/adil). Maka bisa terjadi Anas Urbaningrum atau Andy Malaranggeng yang maju sebagai Wapres.

UPDATE 3 APRIL 2009:

Atau bisa juga terjadi SBY akan memilih wapres yang sama sekali tidak terkait perpartaian (karena DPR telah termanage), dan seiring efek “menggenjot” maka figur ini bisa-bisa munculnya mengejutkan banyak orang namun sangat didukung rakyat.

2. jika Partai Demokrat tidak menang pemilu, maka kemungkinan besar wapresnya akan berasal dari lintas partai. Bisa dari PKS, PKB, atau dari PAN/PPP.

partyposition

Posisi suara partai Oktober 2008

PD + PKS + PKB = 24,1%. Cukup tipis untuk memenangkan pemilu presiden. Siapakah Noyogenggong ? Dari PKS ? Ada Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, Anton Apriantono, dan Adyaksa Dault. Dari PKB? Ada Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy.

Namun dugaan kami mengarah kepada ia adalah tokoh PDIP atau Golkar yang bisa diterima oleh PKS dan PKB. Jika ada tokoh PDIP atau Golkar yang tidak segaris dengan pimpinan partainya, bergerak mendekati PKS atau PKB, kemungkinan besar dialah orangnya. Ramuan ini akan cukup mujarab untuk menggenjot suara SBY. Jika dan hanya jika Partai Demokrat kalah dalam pemilu legislatif.

Siapakah dia ? Setidaknya ada Fadel Muhammad dari Golkar yang bersebrangan dengan JK. Sedangkan Sultan sekarang cenderung netral. Dan dari PDI-P tidak ditemui tokoh yang cukup menonjol selain yang telah mendirikan partai baru seperti Roy BB Janis atau Laksamana Sukardi.

Kalau SBY berduet dengan Fadel, maka akan seperti duet Clinton-Al Gore. Perfect combination. Fadel kompatibel dengan JK yang juga pengusaha sukses berpengalaman, berprestasi sangat baik di Gorontalo, dan penampilannya menarik (seperti Al Gore).

Update 24 Maret 2009:

Satu lagi kemungkinan pendekatan terhadap “mampu menggenjot perolehan suara” adalah dengan berpikir “out of the box” tanpa memikirkan konstelasi politik perpartaian kita, namun mencoba berpikir dalam kerangka lebih besar. Misalnya:

Kalau SBY dilahirkan di Pacitan, maka bisa terjadi Wapresnya berasal dari luar Jawa. Nama yang masuk kategori ini adalah Fadel Muhammad (Ternate), Andy Malaranggeng (Makassar), dan Sri Mulyani Indrawati (Tanjung Karang Lampung)

Kalau berpikir Pria-Wanita, maka cuma Sri Mulyani yang masuk.

UPDATE 3 APRIL 2009:

Tambahan untuk jika Partai Demokrat menang pemilu:

Atau bisa juga terjadi SBY akan memilih wapres yang sama sekali tidak terkait perpartaian (karena DPR telah termanage), dan seiring efek “menggenjot” maka figur ini bisa-bisa munculnya mengejutkan banyak orang namun sangat didukung rakyat.

Mari berpikir kreatif tanpa sekat-sekat logika:

1. Dinno Patti Jalal=seorang diplomat karir yang cemerlang dan loyal terhadap Republik Indonesia. Beliau turut mendirikan modernisator.org yang diharapkan menjadi katalis perubahan bagi generasi muda Indonesia (Sumpah Pemuda 2).

2. Barnabas Suebu=Gubernur Irian Barat saat ini. Sarjana hukum yang usianya sebenarnya lebih muda daripada Pak Jusuf Kalla. Kalau jadi wapres akan mengejutkan dan kami yakin punya efek positif terhadap Nusantara. Pertama karena beliau orang yang cerdas, diplomat ulung, dan seorang pekerja keras. Kedua karena issue Indonesia Timur yang tertinggal akan memperoleh momentum perubahan drastis menuju arah positif.


  1. wah2 kalo gini SBY jd presiden gi ya bung..kan dia satrio piningit-nya. setahu saya byk orang yg mengaku sbg satria piningit terutama pasca reformasi 98..waktu itu sering dibahas di tabloid BANGKIT. waktu itu saya masih SMP mungkin. munculnya satrio piningit kan didahului ‘goro-goro’ yg besar..istilahnya orang jawa tnggl separuh orang cina tinggal sepasang. apa reform 98 dengan segala ‘pernak-perniknya’ udh jadi goro2 spt yg dimaksud jayabaya, raja dari kediri itu. trus kalo kondisi negara jadi lebih baik setelah dlm rezim satrio piningit, apa rezim SBY udah melakukan itu? misalnya ttg kemiskinan, pengangguran, masalah perbatasan, HAM, dll. apa ada perbaikan yg nyata? misalnya angka pertumbuhan ekonomi kita dlm rezim SBY memang sempat mencapai kisaran 6%..namun pertumbuhan itu tidak pada sektor riil..cuma ada di pasar modal. mau dikatakan ga ada pertumbuhan juga dilematis.

    jadi pengen ngerti ampuh mana jayabaya sama mama lorenz, coz dia bilang bahwa indonesia akan dipimpin oleh presiden baru. sedang SBY kan incumbent.hehe.

    oh ya bung: saya add blog ini ya. makasih.

    UO: Kami dulu juga pernah baca tabloid (namanya Bangkit ya? uda lupa). Kayaknya kita harus sedikit hati-hati untuk tidak terprovokasi tabloid itu. Maklum mereka kan sedang “jualan” :)
    1. SBY terpilih lagi ? Kalau “bacaan” kami benar, berarti Iya, kalau kami salah, berarti kami keliru baca hehe. Mama Lorent setau kami meramalkan SBY terpilih lagi, dia bilang orangnya tinggi besar, dan orang udah lama kita kenal. Kami artikan: incumbent.
    2..”istilahnya orang jawa tinggl separuh orang cina tinggal sepasang”
    ini kalau dalam pandangan kami, harus dilihat bersama dengan kalimat serat Jayabaya lainnya, yakni, “Satria Piningit membelah tanah Jawa untuk yang kedua kalinya”. Yang menurut kami artinya adalah “membelah jadi dua kelompok: orang benar dan orang tidak benar. Bukan artinya orang Jawa tinggal separuh dalam jumlah. Begitu juga orang Cina. Istilahnya tinggal sedikit yang baik yang bertahan di Indonesia, yang “bermasalah” pada kabur ke Luar negeri.
    3. Kalau mengenai “perbaikan” tidak fair rasanya kalau kita yang menilai. Coba anda baca di sini, tentang apa penilaian jurnalis luar negeri tentang Satria kita ini.
    4. thanks buat comment appropriate-nya
    5. Kami putuskan mengangkat komen anda ke tulisan baru kami.

  1. 1 Satria Piningit Hamong Tuwuh (SBY) « Politik [tidak] harus umum

    [...] manusia berpedoman pada trisula weda tajamnya tritunggal nan suci benar, lurus, jujur didampingi Sabdopalon (Jusuf Kalla) dan Noyogenggong [...]




Leave a Comment