________________________________________________

Bung Arif drop comment :

wah2 kalo gini SBY jd presiden gi ya bung..kan dia satrio piningit-nya. setahu saya byk orang yg mengaku sbg satria piningit terutama pasca reformasi 98..waktu itu sering dibahas di tabloid BANGKIT. waktu itu saya masih SMP mungkin. munculnya satrio piningit kan didahului ‘goro-goro’ yg besar..istilahnya orang jawa tnggl separuh orang cina tinggal sepasang. apa reform 98 dengan segala ‘pernak-perniknya’ udh jadi goro2 spt yg dimaksud jayabaya, raja dari kediri itu. trus kalo kondisi negara jadi lebih baik setelah dlm rezim satrio piningit, apa rezim SBY udah melakukan itu? misalnya ttg kemiskinan, pengangguran, masalah perbatasan, HAM, dll. apa ada perbaikan yg nyata? misalnya angka pertumbuhan ekonomi kita dlm rezim SBY memang sempat mencapai kisaran 6%..namun pertumbuhan itu tidak pada sektor riil..cuma ada di pasar modal. mau dikatakan ga ada pertumbuhan juga dilematis.

jadi pengen ngerti ampuh mana jayabaya sama mama lorenz, coz dia bilang bahwa indonesia akan dipimpin oleh presiden baru. sedang SBY kan incumbent.hehe.

Respon kami:

Kami dulu juga pernah baca tabloid (namanya Bangkit ya? uda lupa). Kayaknya kita harus sedikit hati-hati untuk tidak terprovokasi tabloid. Maklum mereka kan sedang “jualan” :)
1. SBY terpilih lagi ? Kalau “bacaan” kami benar, berarti Iya, kalau kami salah, berarti kami keliru baca hehe. Mama Lorent setau kami (kami liat sendiri di TV) meramalkan SBY terpilih lagi, dia bilang sambil tersenyum orangnya tinggi besar, dan orang udah lama kita kenal. Kami artikan incumbent. Kalau anda nonton Extravaganza, yang bilang Presiden baru tu si Ronald (pembawa acaranya). Mama Lorent bilang akan terpilih seorang presiden. Titik. Banyak ramalan Mama Lorent yang dipelintir begitu sampai di masyarakat/internet, mungkin kita harus menyaksikan langsung, agar tau konteksnya. Ada di Youtube kalo mau repot cari-cari.
2..”istilahnya orang jawa tinggl separuh orang cina tinggal sepasang”
ini kalau dalam pandangan kami, harus dilihat bersama dengan kalimat serat Jayabaya lainnya, yakni, “Satria Piningit membelah tanah Jawa untuk yang kedua kalinya”. Yang menurut kami artinya adalah “membelah jadi dua kelompok: orang benar dan orang tidak benar. Bukan artinya orang Jawa tinggal separuh dalam jumlah. Begitu juga orang Cina. Istilahnya tinggal sedikit sekali yang baik yang bertahan di Indonesia, yang “bermasalah” pada kabur ke Luar negeri atau ngumpet.
3. Kalau mengenai “perbaikan” tidak fair rasanya kalau kita yang menilai. Coba anda baca di sini tentang penanganan tsunami , dan tentang SBY sebagai pemimpin yang memperoleh penilaian positif dari pemimpin dunia yang lain, atau terakhir tentang Indonesia yang dinilai sebagai negara yang secara mengejutkan mampu tampil kuat dan paling sukses di Asia, tentang apa penilaian jurnalis luar negeri tentang Satria kita ini. Jangan lupa, penilaian ini dilakukan saat Satria pemimpin, jadi tidak lengkap juga rasanya kalau tidak menunggu setelah selesai menjabat.


  1. Presiden kan “hanya” suami kontrak untuk Pertiwi dan malangnya si cantik tidak bisa berkata tidak. Maklum, ia masih terkena sihir global ….. Bagaimana dengan anak-anaknya yang sudah dewasa?

    UO:
    Kalau anak-anaknya memang benar uda dewasa, berarti tau bahwa anak yang baik adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya. Suami ibu berarti orang tuanya juga. Kalau masalah guna-guna, kami nggak percaya ada guna-guna. Yang ada adalah tidak punya pendirian. Inilah (national character) yang harus terus ditempa dan diperkuat.

  2. Heri

    Satria Piningit adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X…bukan SBY…
    Sosok Pemimpin adalah seorang Pemimpin yg sdh jelas terbukti mampu memimpin meski itu baru di propinsi. Keberhasilan DIY sewaktu dipimpin Sri Sultan X sangat banyak
    1. Rangking 1 untuk kota/daerah yang tingkat korupsinya paling kecil (mendapt nilai tertinggi).
    2. Kota yang relatif aman & damai tidak pernah timbul gejolak/kerusuhan.
    3. Tampil di depan rakyat pada waktu demo besar-besaran menjelang jatuhnya mantan Presiden RI Soeharto th 1998. Bahkan dia mampu meredam aksi massa agar tdk anarkis, waktu itu rakyat Yogya hampir 1 (satu) juta orang turun ke jalan untuk berdemo menuntut turunnya Soeharto.

    Sangat disayangkan apabila sampai dg sekarang, sebagian rakyat masih menginginkan tampilnya kembali SBY :
    1. saya merasa kasihan dg korban LAPINDO, jelas2 SBY orang Jawa Timur, tpi dalam penanganan Lumpur Lapindo SANGAT-SANGAT TIDAK TEGAS!!!!…Apakah itu ciri seorang pemimpin ?? apakah itu ciri seorang Jenderal ??? Sampai sekrang korban Lapindo masih diombang-ambingkan hak-haknya…bagaimana seorang pemimpin dapat dipilih..bila dlm kasus Lapindo sja dia tdk bisa menangani.
    2. SBY bagian dari ORBA..ingat sampai skrg tidak ada harta secuilpun dari keluarga Cendana yg bisa disita untuk aset negara,pdhl amanat dlm TAP MPR 1998 untuk mengusut Soeharto & kroninya disebutkan..Klo harta keluarga Cendana bisa disita mgkn bisa untuk mengatasi dampak krisis negara kita…tp sayang kita dipimpin seorang yang lemah, tidak tegas,cenderung gamang dlm memimpin suatu negara. Pdhl sbg seorang pemimpin shrusnya dia bs bersikap tegas, tp krn dia adalah bagian dari itu, sehingga ketegasan dia TIDAK ADA.

    nduzel responded:
    “Sangat disayangkan apabila sampai dg sekarang, sebagian rakyat masih menginginkan tampilnya kembali SBY”
    Lha yaitu :) , itulah faktanya….pooling terakhir maret 2009 oleh LSI, SRI, LP3ES, CSIS, LIPI, dan UI, Partai Demokrat (SBY) masih yang paling diminati rakyat. Kalau dihadapkan Megawati, masih unggul s/d 64%. Terlebih jika dihadapkan Sri Sultan, SBY unggul s/d 71%.
    1. tentang Lapindo, ini memang kecelakaan luar biasa. 1,3 trilyun (1300 milyar) dana penanggulangan hampir habis, namun belum ada juga titik terang. Masih ada demo para korban Lapindo. Kasihan mereka rakyat kecil.
    Yang jelas SBY telah berkali-kali memanggil Nirwan Barie untuk mengetahui update terbaru mengenai penanganan para korban Lapindo dan kami dengar kata-kata “memanggil” sebenarnya sudah dihaluskan. Yang tepat adalah “disemprot” hehe, jadi kurang tegas bagaimana… memang Lapindo ini kasus rumit karena melibatkan banyak orang yang masih berpikir “business as usual”. Sama rumitnya dengan penanganan mental birokrasi kita. Tidak ada yang ajaib, semua harus dikerjakan setahap demi setahap.
    2. Mengenai bagian dari ORBA: sebenarnya kalau mau jujur, semua orang yang hidup di zaman orba adalah bagian dari orba. Mereka semua bertanggung jawab atas sistem orba yang tidak demokratis dan berbau kerajaan. (kecuali Gusdur hehe, karena beliau mendirikan Fordem).
    Dan mengenai ranah hukum, SBY telah bersikap tegas menjelaskan posisinya untuk tidak mencampuri ranah hukum. Yang SBY bisa lakukan adalah berkunjung sebagai kepala negara ke Mahkamah Agung dan memotivasi mereka untuk terus memperbaiki diri dan bebas korupsi, dengan demikian tidak saja masalah harta keluarga Cendana, masalah harta anda pun bukan wilayah SBY.




Leave a Comment