___________________________________________
Bung Muhammad Shofwan drop comment di “Suara PKS Turun” sbb:
Ternyata ramalan anda salah. Makanya jangan mendahului Allah dan berlagak jadi tukang ramal. Meramal itu haram bung. Meskipun saya sendiri bukan simpatisan PKS dan saya anti demokrasi apalagi partai. Asal tahu saja jumlah golput meningkat pada pemilu tahun ini. Alhamdulillah, Allah telah meridhoi gerakan kami untuk tidak berdemokrasi.
_______________
Nduzel respond :
1. Dengan drop comment berarti anda sudah melaksanakan Demokrasi, selamat
(bebas berpendapat dan bertanggung jawab)
Nampaknya anda bukan anti demokrasi beneran, anda mungkin cuma sekedar alergi dengan pelaku partai saja.
Kami melihat itu normal-normal saja (alergi partai). Namun di pemilu 2009 ini ada perubahan penting sebenarnya, yakni yang masuk DPR bukan lagi berdasar no urut namun berdasar suara terbanyak.
Karena itulah, mungkin, mengapa ada tokoh pimpinan partai yang penting malah kalah suara oleh seorang artis komedi. Kalau tau begitu, biar artisnya aja yang jadi pemimpin partai, bukan ? Biar lucu.
Salah satu ide kedepan untuk terus memperbaiki kualitas caleg sebenarnya adalah adanya kewajiban buat anggota legislatif untuk membuka kantor pelayanan wakil rakyat di daerahnya yang benar-benar bisa menjadi tumpuan rakyat untuk mengadu. Tidak seperti sekarang, caleg dipilih di daerah, namun rakyat di daerah tsb tidak punya akses SAMA SEKALI terhadap caleg yang dipilihnya. Minimal si anggota DPR harus punya no HP SMS center 24 jam seperti pak SBY.
Kalau ini bisa diberlakukan, menjadi anggota DPR harus bener-bener siap untuk diganggu 24 jam selama 5 tahun. Mirip dokter jaga.
Mungkin ini jadi nggak menarik lagi untuk jadi caleg buat mereka yang tidak siap. Saat ini, kursi DPR memang seperti sofa: Empuk. (Asal nggak korupsi aja), masih dapat gaji luar biasa untuk kerja yang ringan luar biasa pula. Lihat saja sering kosongnya ruang sidang, kunjungan kerja wisata ke luar negeri, dll. Meski ada pula anggota DPR yang bagus. Namun masih sedikit rakyat yang tau, dibanding yang tidak.
2. Ramalan kami salah ? Lho siapa yang meramal bung. Anda baca sekali lagi tulisan kami, ok ? Kami berbicara mengenai “HASIL SURVEY” bukan ramalan.
Survey mirip test golongan darah. Tidak perlu seluruh darah disedot dijadikan ujicoba. Cukup seujung jari. Kalau ramalan, belum ambil darah, tiba-tiba bisa menyatakan golongan darahnya A, atau B, atau O. Saya setuju ramalan haram, karena sifat spekulatifnya.
Kami bertiga memutuskan belum akan melakukan update terhadap tulisan kami sampai hasil resmi KPU diketok. Kalau suara PKS masih ada di kisaran 4.3%+2.3%(margin error)=7.2% berarti tulisan kami masih valid. Kalau suara PKS diatas 7.2% berarti SRI metode surveynya perlu diperbaiki dan pendapat/tulisan tentu akan kami ralat.
Kalau anda menganggap hasil survey salah, berarti anda mempercayai hasil quick count-lah yang benar.
Jangan lupa, Quick Count sama persis dengan SURVEY. Nah, kalau hasil survey anda anggap ramalan, Itu artinya anda mempercayai ramalan karena anda mempercayai hasil quick count. (duh, ada gema: Meramal itu haram bung, memang mudah menghukumi orang lain ya ?)
3. Berlagak jadi tukang ramal ? Ampun deh, offensif lagi, kami cuma menulis hipotesa keterkaitan ramalan Jayabaya dengan fakta politik kontemporer karena ini menarik buat kami. That’s all. Harap dibedakan kalau anda punya waktu.
Coba anda baca tulisan kami tentang satria piningit. Jangan2 Jayabaya bukan peramal, justru scientis. (Ini hipotesa lagi bung).
3. “Asal tahu saja jumlah golput meningkat pada pemilu tahun ini. Alhamdulillah, Allah telah meridhoi gerakan kami untuk tidak berdemokrasi.”
Data golput anda dari mana ? Kalau Hasil survey juga, sabar dulu bung. Tunggu report resmi KPU. Allah telah meridhoi ? Bagaimana anda bisa mendasarkan pendapat anda pada hasil survey yang belum fix, kemudian anda mendahului Allah, memastikan Allah telah meridhoi ?
Hal lainnya, bagaimana anda bisa yakin karena gerakan anda-lah golput meningkat ? Dan bukan karena faktor lain ? Karena kerja KPU yang tidak sempurna misalnya ? Atau karena partai memang tidak menarik lagi bagi pemilih karena seperti milih kucing dalam karung? Tapi anda benar satu hal: Alhamdulillah.
4. Thanks untuk comment anda. Blog anda tentang gerakan anda dimana ? Atau anda belum buat / tidak akan membuat blog ?
No Comments Yet