Kalau lah akhirnya terpilih satu nama untuk mendampingi SBY, maka siapapun dia, pastilah nama tersebut adalah nama terbaik dari sekian nama yang tampil karena proses berliku yang dilaluinya turut menguji dan membuka mata publik terhadap “isi” dari nama yang muncul, bukan sekedar “kulit”nya. Proses membandingkan dan exposure akan terjadi dengan sendirinya.
Kami jadi teringat proses pemilihan Gubernur BI yang berliku yang akhirnya menghasilkan nama Boediono sebagai nama yang dengan mudahnya melalui jalan terjal yang sama yang dilalui Agoes Martowardojo. Kami yakin sejarah akan berulang.
Singkatnya, setelah melalui proses berliku, tarik ulur, jaim GR, dan ngambek politik. Maka Noyogenggong akan tampil ke permukaan menggantikan posisi Sabdo Palon, dan dengan cepat akan diterima hati rakyat.
1. Secara “moral” politik, nama tersebut tak bercacat atau paling sedikit cacatnya. Tidak ada insiden menjadi tersangka korupsi atau pernah di SP3.
2. nama tersebut adalah nama terbaik di levelnya. Kalau diandaikan seperti sebuah kelas di suatu sekolah bernama Indonesia, maka ia adalah seorang bintang pelajar. Rapot dan Nilai UAN-nya adalah yang tertinggi. Dengan kata lain, kapabilitasmya dan track recordnya adalah yang terbaik di antara seluruh nama yang telah tercatat sejarah pernah “membantu” kepala negara/kepala pemerintahan.
3. nama tersebut adalah nama yang acceptable di mata parpol yang terlibat koalisi. Artinya orang tersebut BUKAN dari parpol manapun. Beliau steril dari resiko dikenal “dekat” dengan suatu parpol tertentu.
Kami sampai pada kesimpulan ini setelah Anas Urbaningrum menyatakan PKS dan Golkar pernah punya “dosa” politik dengan pernah sama-sama mengajukan interpelasi terhadap presiden padahal menteri dari parpol tersebut juga tengah menjabat di pemerintahan. Maka kalau 2 parpol tidak bisa rukun, bagaimana akan bekerja dengan solid ?
Kalau ditanya orang, siapakah Menteri terbaik ? Boediono jelas jawabnya, terbukti beliau “naik pangkat” memimpin lembaga tinggi negara strategis. Sementara ada menteri yang pindah posisi namun selevel, bahkan ada yang “keluar” dari kabinet.
Setelah Boediono kecil kemungkinan bisa diutak-atik, maka nama Sri Mulyani yang tampil sebagai kandidat. Beliau, meskipun wanita, mampu bersikap tegas, profesional, dan bertangan dingin. Memiliki reputasi internasional yang baik (beliau oleh Forbes dinobatkan sebagai wanita paling berpengaruh di tingkat dunia pada urutan 23! Melampaui Hillary Clinton, Oprah Winfrey, Aung San Su Kyi, maupun Presiden Philipina Gloria Arroyo), dan hormat pada atasannya (tidak pernah kurang ajar, mengkritik atasan di hadapan publik).
Nama Sri Mulyani oleh internal PKS diungkapkan. pada april 2009.
Artinya beliau ada kans bisa diterima oleh PKS. Masalahnya, Ibu Sri Mulyani agak kurang mesra dengan Aburizal Bakrie dari internal Golkar. Karena itu adegan “penolakan halus” oleh partai demokrat terhadap JK mungkin menunjukkan sinyal bahwa SBY sedang membuka peluang yang sama terhadap semua pihak untuk berkembang di bursa politik. Tak terkecuali terhadap orang yang kurang disukai tokoh kuat Golkar.
Prestasi Ibu Sri Mulyani menurut Forbes:
1. Menteri Keuangan Terbaik se-ASIA. Menteri Keuangan terbaik sedunia tidak ada karena pemilihan didasarkan pada faktor geoekonomi yang memang berbeda-beda.
2. Pertumbuhan positif ekonomi Indonesia. Sementara negara sekawasan mengalami pertumbuhan negatif. Indonesia masih menikmati pertumbuhan positif 4.5% dengan 12 provinsi mengalami pertumbuhan diatas rata-rata dan tiga provinsi tumbuh setara dengan pertumbuhan ekonomi China yakni sebesar 8.5%. (Riau, Kalsel, dan Kalteng)
No Comments Yet