Empat hari menjelang deklarasi Capres-Cawapres partai Demokrat, nama Boediono memperoleh momentum lebih besar karena berita kedekatan PD dan PDIP. Pak Boed dianggap sebagai jembatan penghubung antara PD dan PDIP, demikian menurut pendapat pengamat politik LIPI Syamsudin Haris.
Apakah ini berarti Pak Boed akan dicawapreskan oleh partai Demokrat ? Menurut pendapat kami, belum tentu. Hal-hal ini harus dijawab terlebih dahulu:
1. Apakah Partai Demokrat akan mengambil resiko kemungkinan timbulnya perpecahan partai-partai pendukung koalisi akibat masuknya PDIP yang seolah diistimewakan ? Kami kira tidak.
2. Kalau jumlah kursi DPR-RI yang diperoleh koalisi partai Demokrat telah mencapai 56,07%, apakah sangat perlu tambahan kursi dengan masuknya PDIP ? Kami kira juga tidak.
3. Apakah SBY akan mengambil resiko tidak perlu dengan “mengganggu” integritas BI yang telah mantab dipimpin tokoh sekaliber Pak Boed, setelah krisis kepemimpinan BI kemarin yang ditolak DPR ? Kami yakin jawabnya juga tidak.
Kami menduga PD mendekat ke PDIP murni hanya untuk mencairkan hubungan Pak SBY dan Ibu Mega, mengingat dengan Pak Kalla sudah mencair terlebh dahulu.
Mengenai Ibu Sri Mulyani. (added by Uniqueopini):
Pak SBY telah mengatakan bahwa akan mengambil tokoh yang tidak membuat perpecahan di tubuh koalisi. Karena itu calon dari profesional yang kemudian menguat. Tinggal diurut kacang mana yang terbaik.
Mengenai Pak Boed (added by Uniqueopini):
Pak SBY tidak mungkin mengambil tokoh Golkar atau yang didukung Golkar, selain pak Kalla jika hal itu menimbulkan komplikasi politik di tubuh Golkar. Hal yang sama logikanya bisa diterapkan pada PDIP. Apakah internal PDIP bisa menerima diwakili pak Boed ? Dan apakah pak Boed-nya yang bereputasi netral mau menjadi simbol keterwakilan PDIP ?
Mei 13, 2009 at 2:44 pm
Jadi, kalau nggak pak Boed, ibu Sri Mulyani ya ? Masih 2 hari lagi. Ayo kita taruhan potong kuku.
PKS sudah mulai menolak, pak Amien Rais juga. Jadi bingung ya …
UO: Sebenarnya kami lebih favoritkan Ibu Sri
Pak Boed uda bagus di BI. Tapi Pak Boed dan Ibu Sri adalah menteri-menteri terbaik. So siapa tahu ?