Setelah berkali-kali mempromosikan unsur budaya Indonesia dalam iklan-iklan pariwisatanya, (swasta) Malaysia kembali menampar muka pemerintah mereka sendiri dengan menayangkan iklan berisi gambar Tari Pendet Bali, Bunga Raflesia Arnoldi Sumatra, dan wayang kulit.
Kontan saja Menbudpar Jero Wacik melayangkan protes resmi pemerintah Indonesia kepada pemerintah Malaysia. Pemerintah Malaysia berjanji akan segera menindak swasta bersangkutan dan menarik iklan tersebut dari Discovery Channel.
Pertanyaannya sekarang, apakah hal tersebut cukup ? Apakah langkah tersebut akan menjamin pihak swasta Malaysia tersebut berhenti menggesek emosi rakyat Indonesia ? Jawabnya, tidak ada jaminan.
Karena itu kami mendukung langkah lanjutan terhadap trik-trik dagang ngawur semacam itu. Misalnya, ‘balasan’ terhadap swasta Malaysia tersebut dengan cara mengadakan Festival Tari Pendet yang diikuti para turis mancanegara di Bali. Lalu Paket Wisata Raflesia Arnoldi gratis bagi wartawan mancanegara. Mungkin juga festifal wayang kulit internasional yang diadakan di Indonesia. Atau apa sajalah yang bisa membuat pembalikan terhadap iklan tersebut secara konstruktif.
Apakah perlu mematenkan hal-hal unik Nusantara sehingga langkah antisipasi hukum akan berhasil ? Kami kira tidak perlu semua harus dipatenkan. Karena tujuan langkah antisipasi hukum bukanlah untuk memenangkan klaim tertentu, namun sekedar untuk membangun wacana dunia internasional agar terlihat kebenaran muncul ke permukaan sekaligus, ke dalam, mendidik anak bangsa Indonesia bahwa pemerintah tidak berdiam diri dan sekedar menegur.
Kemenangan atau kekalahan di pengadilan, seperti pada kasus lepasnya Sipadan dan Ligitan akan membawa kesadaran baru kepada rakyat Indonesia bahwa kita demikian banyak tertinggal dalam urusan hukum internasional. Suka atau tidak, hal menyesakkan ini semoga memacu setiap anak bangsa Indonesia untuk menjadi lebih kuat dan peduli terhadap kehormatan bangsa.
Itulah sebabnya kasus Ambalat bisa mencapai keseimbangannya setelah pemerintah kita mengerahkan kapal perang ke perbatasan. Gertakan harus dibalas gertakan. Sambal obatnya air yang cukup panas
(Eh jangan sampai sambal trasi diklaim Malaysia juga, sebab kalau tidak, berarti benar Malaysia: Trully Asia .. lan.)
No Comments Yet